Refleksi Natal 2019: KETAATAN YUSUF

No comment 53 views

 

Matius 1:18-20 (TB) Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Di atas merupakan sepenggal ayat yang menujukkan tidak mudah dalam posisi Yusuf. Yusuf hendak menceraikan Maria karena hamil. Secara manusia ini bisa menjadi suatu aib. Karena dalam budaya mereka ketika wanita belum menikah kedaoatan hamil itu ada sebuah sanksi dalam norma masyarakat tersebut. Bisa jadi akan dikucilkan atau dilempari batu. Masalahnya Anak siapa dalam kandungan Maria ???? Yusuf adalah orang tulus hati dan dia sendiri tidak pernah melakukan hubungan suami isteri dengan tunangannya Maria. Dia menjaga kekudusan hubungan mereka. Tapi mengapa Maria hamil ? Anak siapa ? Dengan siapa Maria berbuat ?? Pertanyaan yang tentu sangat menyakitkan buat hati Yusuf. Bisa jadi Yusuf ajan terus mencurigai Maria karena selingkuh atau apapunlah pertanyaan itu bisa muncul. Tapi lihat reaksi dan respon Yusuf setelahnya.

Bagaimana Anda kalau menjadi Yusuf ? Yusuf memang hendak menceraikannya pada dasarnya sebagai pria tidak ada pria normal yang mudah menerima keadaanya pasangannya hamil tanpa dia sendiri pernah berbuat hubungan suami isteri. Coba renungkan ? Tapi luar biasanya yang kita perlu dan harus belajar dari Yusuf adalah ketaatan dan ketulusannya ketika Malaikat Tuhan menyatakan kepada dirinya bahwa kandungan Maria adalah dari Roh Kudus, dia terima itu dan bisa mempercayai kehendak Tuhan atas Maria. Bahkan Yusuf melakukan sesuatu yang diluar logika manusia yang siap menjadikan Maria sebagai istrinya. Dan Dia tidak melakukan hubungan suami isteri sampai Maria melahirkan.

Matius 1:24-25 (TB) Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Bagaimana kalau Anda menjadi Yusuf ? Apakah engkau tetap percaya bahwa rencana Tuhan itu jauh lebih besar dari apa yang kita pikirkan ? Atau Anda justru menyalahkan Tuhan .. Andalah yang bisa menjawabnya.,-ndi,-jkimcc.com,

 

 

 

Ps. ELISHA ADY, S.Th.

Gembala JKI MCC, Tidar-Surabaya.

 

 

 

 

author
No Response

Leave a reply "Refleksi Natal 2019: KETAATAN YUSUF"